Jumat, 04 April 2014

Bangga menjadi Ibu Rumah Tangga

Profesi saya adalah ibu rumah tangga.  Banyak orang mempertanyakan, mengapa saya memilih profesi ini.

Kenapa jadi ibu rumah tangga, kan kamu sarjana ?  Rugi donk sekolah tinggi !!
Saya menuntut ilmu sampai jadi sarjana bukan untuk berkarir.  Tetapi supaya saya memiliki logika berpikir yang baik.  Sehingga memudahkan saya dalam mendidik anak dan membimbing anak belajar.

Kalo kamu bekerja, bisa membantu keuangan suami !!
Memang saya tidak punya penghasilan.  Tetapi saya bisa membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.  Kalo saya di rumah, saya bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga jadi bisa mengurangi biaya untuk pembantu rumah tangga,  Saya masak sendiri.  Pastinya belanja tiap hari lebih hemat.  Saya juga bisa membantu anak belajar, sehingga anak tidak perlu mengikuti bimbingan belajar.  Saya bisa mengantar anak sekolah, sehingga mengurangi biaya antar jemput sekolah.

Ibu rumah tangga itu kurang pergaulan lho !!
Memang benar pergaulan saya tidak seperti wanita karir.  Cara berbusana saya juga berbeda.  Tapi saya tetap bisa bersosialisasi dengan tetangga, mengikuti pengajian dan arisan warga.  Saya juga bisa bersosialisasi dengan orang tua murid di sekolah anak saya.  Soal busana memang tidak seperti wanita karir yang setiap kali harus berdandan rapi ke kantor.  Tapi ada untungnya juga lho.... Lebih hemat.

Anak-anak sudah besar, apa kamu tidak berpikir untuk bekerja ?
Memang banyak ibu yang tidak bekerja karena masih memiliki balita.  Setelah anak mulai sekolah, ibu pun mulai bekerja di luar rumah.  Sebenarnya di sepanjang usia anak mereka membutuhkan ibu.  Waktu mereka kecil mereka membutuhkan ibu untuk memberi makan, memandikan, mengajar membaca dll.  Setelah mereka besar, mereka membutuhkan ibu untuk teman bicara, untuk meluapkan kekesalan, kesedihan dan kebahagian.  Saya ingin selalu ada di saat anak membutuhkan saya. Dan kapan anak membutuhkan saya, tidak dapat dipastikan waktunya.  Masa puber sampai remaja adalah masa yang sangat kritis.  Mereka sangat memerlukan orang tua untuk mengarahkan dirinya ke hal-hal yang baik.  Jangan sampai mereka salah langkah karena mengikuti pendapat teman-temannya.


Apakah ibu rumah tangga pasti lebih baik mengurus rumah daripada ibu bekerja ?
Tidak dapat dipastikan seorang ibu rumah tangga lebih baik daripada ibu bekerja.  Ibu yang tidak bekerja harus benar-benar mengurus keluarganya.  Bukan sibuk arisan atau jalan-jalan.  Jadi harus ada komitmen untuk menjadi ibu rumah tangga, sehingga tugas ini dapat dijalankan dengan istiqomah.

Apa sih tujuan kamu menjadi ibu rumah tangga ?
Kita hidup dengan tugas dan amanah masing-masing.  Menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anak saya adalah amanah yang Allah berikan ke saya.  Saya akan menjaga titipan Allah dengan sebaik-baiknya.  Saya ingin Allah senang karena saya menjaga amanahnya dengan baik.  Karena suatu saat saya harus mempertanggung jawabkan tugas saya.  Menjadi ibu rumah tangga adalah jihad saya.


Ibu rumah tangga adalah profesi yang tidak digaji, tidak ada cuti, dengan jam kerja 24 jam sehari.  Tidak semua orang mampu menjalankannya.  Jadi banggalah menjadi seorang ibu rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar